6. EBONY
Kayu termahal di dunia berikutnya yakni ebony. Ebony ialah kayu yang populer dengan warna hitamnya. Kayu ini termasuk berat dan umum diterapkan sebagai bahan baku alat-alat musik seperti gitar dan piano.
Ebony merupakan kayu hitam yang pekat , yang paling sering kali dijadikan oleh sebagian spesies yang berbeda dalam genus Diospyros . Ebony cukup padat karam dalam air . Tak ini halus – bertekstur dan mempunyai akhir yang sungguh-sungguh halus dikala dipoles , menjadikannya bernilai sebagai kayu hias . Kata ebony berasal dari hbny Mesir Kuno , lewat Yunani Kuno ἔβενος ( ébenos ) , dengan sistem Latin dan Inggris Tengah .

Baca juga : Decking Kayu

7. LIGNUM VITAE
Lignum Vitae merupakan kayu yang umum diterapkan dalam industri kuratif. Kayu ini juga umum dimanfaatkan untuk pembuatan bola kriket. Karena heran harganya tergolong mahal. Lignum vitae merupakan kayu perdagangan , juga disebut Guayacan atau guaiacum , dan di sebagian komponen Eropa diketahui sebagai pockholz , dari pohon dari genus Guaiacum .
Pohon-pohon yang autentik ke Karibia dan pantai utara Amerika Selatan dan sudah menjadi tanaman ekspor yang penting ke Eropa semenjak permulaan abad ke-16 . kayu dulunya sungguh-sungguh penting untuk aplikasi yang membutuhkan bahan dengan kombinasi yang luar umum dari tenaga, ketangguhan , dan kepadatan . Tak ini juga pohon nasional Bahama dan bunga nasional Jamaika .

8. TIGERWOOD
Mungkin kalau disebut nama tigerwood, Anda akan seketika membayangkan pegolf asal Amerika yang akhir-akhir ini banyak disorot sebab kasus perselingkuhannya. Tigerwood yang dimaksud di sini merupakan nama tipe kayu yang digadang sebagai termahal di dunia.
Tigerwood sebetulnya merupakan ‘nanah kayu’ (burl) yang tumbuh secara natural dan tak bisa dibudidayakan. Kelebihannya, dipotong dari sudut manapun, serat kayu akan sama baiknya, seperti motif di dashboard kendaraan beroda empat. Kelebihan inilah yang membikin harga kayu ini mahal.

Yang lainnya > Booth Pameran

Berbeda dengan tipe kayu lain, tigerwood umum dipasarkan per kilogram. Tapi harganya mahal, tigerwood lazimnya dipasarkan dalam wujud lembaran tipis sebagai lapisan particle board atau t-block, sebagai profil atau dialek dari furnitur.
Sebagai perbandingan, meja jati dengan laci memakai kayu jati, harganya hanya Rp2,5 juta; sementara meja jati dengan laci dari tigerwood, harganya dapat menempuh Rp6,5 juta,” kata Rina Kundang, pemilik Sony Art Gallery di bilangan Ciputat. Peti kayu jati berukuran kecil dihargai Rp1,5 juta, meski peti berbahan tigerwood berukuran yang sama, dapat menempuh Rp8 juta.

9. BUBINGA
Bubinga tergolong spesies herbal dari genus Guibourtia. Kayu dari tanaman ini mempunyai tenaga dan estetika yang indah. Bubinga berasal dari Afrika Tengah kayu eksotis ini diawali warna merah pinky melainkan kesudahannya menggelapkan layak umur pohon . Bubinga merupakan pohon besar kadang-kadang menempuh lebih dari 100 kaki tingginya dengan diameter batang sebanyak 36 ” dan tumbuh di Kamerun dan Gabon , tempat Afrika Barat .
merupakan kayu berbutir halus yang susah dan berat dan bisa dipoles untuk mengatasi berkilau tinggi dan kayu yang gampang berprofesi tanpa kesusahan . Bubinga merah lazimnya ringan untuk ungu dan sudah cukup merata spasi garis-garis ungu . Tak ini juga disebut sebagai , Akume , Bingbinga , Bubinga , Essingang , Kevazingo , Ovang dan Waka.

10. PURPLE HEART
Peltogyne atau purple heart aalah kayu yang banyak ditemukan di Amerika Selatan dan tengah. Kayu ini mulanya berwarna cokelat tua, melainkan sesudah agak lama ditebang, berubah menjadi merah muda. Purple Heart tak dapat salah untuk tiap kayu lainnya , untuk segala permukaannya merupakan warna ungu jelas terang . Tak ini disebabkan pigmen natural yang luar umum , cuma ditemukan di jantung – kayu , getah merupakan keputihan dengan garis-garis ungu dan konsisten seperti itu . jantung – kayu pertama terkena oleh pemotongan akan tampak warna keputihan yang pekat.
Paparan udara menyebabkan akan merubah warnanya dalam sebagian hari menjadi ungu jelas di permukaan. warna ini cuma sekitar dua puluh satu inci yang mendalam , dan memotong lebih lanjut akan mengekspos permukaan pucat, yang menjadi ungu pada kesudahannya. paparan lama untuk sang surya dan hujan menciptakan permukaan hitam, melainkan cukup konstan kalau diterapkan di dalam ruangan.

Selengkapnya : Dinding Kayu

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *