IB school jakarta

 

“Duh kok jadi kangen ya” Ujar Kalista, salah satu dari alumni sekolah internasional yang ada di Tangerang Selatan ini.

Kau yang sedang atau pernah menimba ilmu di sekolah internasional, pasti tahu rasanya atau berkesannya menimba ilmu di sekolah internasional. Sebab betul-betul berbeda dengan yang cuma menimba ilmu di negeri atau non-internasional.

Tidak hanya berkesan, pengalaman itu mungkin tidak kau rasakan di sekolah pada lazimnya. Berikut 7 hal yang cuma dialami siswa sekolah internasional.

 

1. Tidak ada IPA-IPS

Penjurusan IPA-IPS-Bahasa yaitu penjurusan dalam kurikulum sekolah nasional. Di sekolah internasional, kurikulum yang diterapkan di antaranya yaitu International Baccalaureate (IB) dan Cambridge Curriculum.

 

2. Belajar lebih interaktif

Di sekolah internasional kau dikasih ruang yang luas untuk bicara menyatakan isi pikiran. Guru enggak cuma pidato sendirian, namun juga berinteraksi dua arah dengan murid.

“Menurutku (guru) orang Indonesia kebanyakan basa-basi dan senantiasa ngomongin teori plus menuntut muridnya untuk patuh sama mereka. Dan itu membikin murid Indonesia takut untuk berinteraksi dan mengutarakan pandangan baru mereka,” kata Kalista.

 

3. Menikmati kurikulum internasional, namun mesti ikut serta UN

Maklum saja sekiranya sekolah internasional ada di Indonesia karenanya mesti ikut serta regulasi yang ada di negara ini. Via Hukum Menteri Pengajaran dan Kebudayaan No. 31/2014, sekolah yang sekarang disebut Satuan

Pengajaran Kerjasama (SPK) itu bahkan mengharuskan UN bagi peserta ajar berkewarganegaraan Indonesia.
“Kita mesti konsentrasi ke (ujian) Cambridge, namun juga mesti konsentrasi ke UN. Belajar jadi enggak dapat konsentrasi sebab separo-separo (perhatiannya),” kata Putri.

 

4. Santai bicara bahasa Inggris

Namanya juga sekolah internasional, memakai bahasa Inggris yaitu hal lumrah. Sedangkan seperti itu, di luar pelajaran, bahasa Inggris enggak patut diterapkan.

“Saya masuk tepat kelas 6 SD (ke sekolah internasional), jadi masih santai banget ngomong bahasa Inggris, lama-lama dapat sendiri. Terus sahabat-sahabat dan gurunya menolong sekiranya kita banyak salah grammar dan lain-lain,” ujar Kalista.

Di sekolah Putri malah diharuskan untuk mengambil kelas bahasa lain kecuali Inggris, di antaranya bahasa Jepang, Jerman, Cina, dan Arab.

 

5. Punya sahabat bule

Jikalau kau sekolah di sekolah internasional, kemungkinan kau menerima sahabat bule. Ya, padahal enggak banyak.
“Sahabatnya sedikit sih sekiranya bule. Kebanyakan yang bule campuran. Dan kita emang ada program patut overseas sebulan lebih gitu ke Kanada,” ujar Destyananda Savitri, alumni sisws SMA Internasional di Bekasi.

 

6. Sesudah lulus jadi terbiasa bikin tugas esai

Di sekolah internasional, tugas-tugas esai yang berjibun rupanya punya imbas positif. Apalagi dikala para siswa lulus dan menginjak tempat duduk kuliah.

“Jadi terbiasa bikin esai atau paper gunakan bahasa Inggris, atau sekiranya ada dosen tetamu dari luar (negeri) dapat keep up. Juga punya ilustrasi perihal skripsi dan magang, kuliah kan ada magang sama skripsi juga, jadi telah enggak terkejut-terkejut banget,” ujar Putri.

 

7. Bobot ujian lebih berat

Kalista mengaku pembelajaran yang mesti diresapi cukup berat baginya di sekolah internasional yang memakai kurikulum IB. Soalnya, ujian setiap mata pembelajaran ada dua format, satu berupa teori dan satunya lagi studi kasus. Salah satu IB school jakarta adalah sekolah internasional Sinarmas World Academy.

Ditambah lagi para siswa mesti membikin esai bernama extended essay dan theory of knowledge. Di website legal IB, ibo.org, extended essay dihasilkan sepanjang 4000 kata. Padahal theory of knowledge dihasilkan sepanjang 1600 kata dan mesti dipresentasikan.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *